Fullwaving: Honda Beat FI

pulwep beat fi

Berhubung kamera saku saya jebol, jadi nggak banyak yang bisa didokumentasikan :D

Honda Beat FI atau Beat Injeksi, nyatanya blom menganut kelistrikan fullwave … nggak kayak kakaknya, Vario 125 FI yang udah fullwave 3-phase :D Cuma bongkar-bongkarnya aja yang mirip … ribet! :D

Setelah terawang seluruh bodi Beat FI dari segala penjuru, akhirnya cover bodi pun bisa dibuka … hingga stator dicabut dari rumahnya :D

Sama seperti Beat terdahulu, salah satu ujung kawat spul pun tertanam di ground/bodi spul. Bedanya dengan Beat lawas, Beat FI cuma punya 2 tab: tab pengisian & tab ground.

Tab pengisian bisa diketahui dengan terpasangnya kabel putih pada tab tersebut. Sedangkan tab satu lagi, cuma kawat doang. Inilah tab ground. Dan kawat yang tercantol di situ musti diangkat/dicopot dari tab ground dan kemudian disambung dengan kabel tambahan sebagai jalur pengisian seperti halnya kabel putih spul …

Stator Honda Beat FI

Stator Honda Beat FI

Setelah ujung kawat yang dicopot tadi tersambung dengan kabel tambahan, cek dulu, apakah ada bagian kawat spul yang masih terhubung dengan ground/bodi spul. Gunakan multimeter! Set range multimeter ke mode “continuity” (multimeter digital), colok salah satu probe (tester) ke ujung kabel putih (pada soket spul) dan probe lainnya ke bodi spul. Jika multimeter nggak bunyi, artinya kawat spul sudah dalam kondisi “floating” alias nggak nyentuh ground sama sekali. Syarat mutlak fullwave :D

Sekarang ke posisi kiprok/regulator …

Regulator Beat FI menggunakan soket yang sama seperti regulator milik Honda Tiger. Jadi nggak perlu lagi nyiapin soket tambahan :D

Copot regulator original Beat FI dan copot semua terminal kabel yang nancep di soket tersebut … Di soket tersebut ada 5 kabel:

  1. Merah/Putih: jalur +12VDC, terhubung ke +aki
  2. Merah/Hitam: secara kode warna kabel, ini jalur kontak (sebelum fuse 10A), terhubung ke relay SPST
  3. Putih: jalur listrik AC dari stator
  4. Hijau/Putih: jalur ground (massa), terhubung ke -aki dan rangka/chasis
  5. Kuning: jalur lampu utama (headlamp)

Kemudian pasang kembali terminal kabel-kabel tersebut sesuai posisi kaki-kaki regulator Honda Tiger …

I/O Regulator Honda Tiger

I/O Regulator Honda Tiger

Kabel PUTIH dari soket menuju ke salah satu kaki “alternator” pada regulator Tiger. Sementara kabel tambahan (dari spul) ke kaki “alternator” yang satu lagi. Terbolak-balik posisinya nggak masalah.

Kabel MERAH/PUTIH dari soket menuju kaki “+aki” pada regulator Tiger. Sedangkan kabel HIJAU/PUTIH dari soket menuju kaki “ground” regulator Tiger.

Kabel MERAH/HITAM dari soket menuju ke “+aki”. Kalo saya lebih memilih memotong kedua terminal kabel MERAH/PUTIH dan MERAH/HITAM dan kemudian menggabungkan kedua kabel tersebut dalam satu terminal untuk dicolok ke kaki “+aki” pada regulator Tiger :D

Kabel KUNING dari soket, menuju ke output kontak (cari aja kabel HITAM). Sedangkan kaki “volt monitor” pada regulator Tiger pun harus terhubung ke jalur output kontak.

Oia, karena sistem headlamp-nya AHO (Automatically Headlamp ON), maka headlamp akan menyala ketika kunci kontak diputar ke posisi ON. Kalo mau nambah saklar ON/OFF untuk headlamp, silakan :D

————

Ada kritikan dari sesepuh BeaMOUS (Beat Matic on Kaskus) … “Bahasnya regulator Tiger tapi di foto terpampang RCP:D

Yap!
Kebetulan saat itu saya lagi ngantongi RCP (Regulator Cheetah Power), dan kebetulan soket RCP tersebut udah saya ganti dengan soket 5-kaki seperti Tiger punya. Dan kebetulan soket regulator Beat FI juga 5-kaki :D

Di RCP, ada 4 kabel:

  1. Merah = jalur +12VDC menuju ke +AKI
  2. Hitam = jalur ground
  3. Kuning = jalur listrik AC (menuju spul)
  4. Orange = jalur listrik AC (menuju spul) juga

Kalo mau kimpoi jalur soket regulator Beat FI dengan RCP:

  1. Kabel Merah RCP terhubung ke kabel Merah/Putih & Merah/Hitam di soket regulator Beat FI.
  2. Kabel Hitam RCP terhubung ke kabel Hijau/Putih di soket regulator Beat FI.
  3. Kabel Kuning RCP terhubung ke kabel putih di soket regulator Beat FI.
  4. Kabel Orange RCP terhubung ke kabel tambahan di spul Beat FI.
  5. Kabel kuning di soket regulator Beat FI terhubung ke jalur kabel Hitam (cari aja kabel warna hitam di seputaran kabel bodi Beat FI, itu pasti jalur output kontak)

Fullwaving Kawasaki ZX130

Trik modip fullwave sama kayak lainnya (baca artikel-artikel sebelumnya tentang modifikasi fullwave di beberapa tipe motor) … foto berikut cuma nunjukin posisi ground spul …

Spul Kawasaki ZX130 © gajah_gendut

Posisi alternator (spul + magnet) ada di balik bak mesin sebelah kiri.

Lebih detail tentang instalasi regulator fullwave, bisa baca di sini :)

Fullwaving Honda Supra X 125 & Karisma

Modifikasi fullwave di Honda Supra X 125 (HSX125) dan Karisma lebih gampang … nggak ada jalur spul lampu … cuma 2 tap solder di stator … satu tuk jalur charging dan satu lagi tuk grounding. Identifikasinya gampang … tab ground ada kabel hijau tersolder di situ — kabel hijau di Honda artinya jalur GROUND :D — Jadi, kawat spul yang tersolder di tab itu, pasti “ground spul” …

Stator Honda Supra X 125

Stator Honda Karisma juga mirip-mirip …

Stator Honda Karisma (maaf fotonya burem)

Modifikasinya masih tetap sama … kawat spul yang nempel di ground/bodi (A) harus dicabut dari tab ground … trus disambung ke kabel tambahan untuk dijadikan input AC ke regulator fullwave, sama seperti kabel putih pada stator.

Langkah selanjutnya sama seperti modifikasi fullwave di motor-motor lainnya …
Ganti regulator bawaan motor dengan regulator fullwave, misal, regulator Honda Tiger …
Pindah-pindah sedikit jalur-jalur kabelnya (bisa lihat di artikel “Fullwave: Instalasi Regulator Honda Tiger“).

Ntar saya lengkapi lagi skemanya … kalo sempat :D

Wasalam

Fullwaving Honda Supra 100 / Grand / Revo 100 / GL Pro

Masih tentang modip fullwave, kali ini untuk jajaran Honda Supra 100CC (-X & -Fit), Grand, Revo 100, juga GL Pro.

Metodenya masih sama, cabut kawat spul/stator yang nempel di ground/massa/bodi stator dan kemudian disambungkan dengan kabel tambahan untuk dijadikan input ke regulator fullwave.

Ini bagan statornya:


Jangan lupa tutup sambungan tersebut dengan shrink-tube atau selang bakar (banyak di toko-toko elektronika).

Oia, jalur spul lampu (kabel kuning dari spul) dicabut dari soket spul dan diisolasi, karena jalur ini nggak dipakai lagi dan nggak boleh terhubung dengan kabel kuning lain.

Jadi nantinya input ke regulator fullwave cuma dari jalur kabel putih spul dan kabel tambahan.

Kabel-kabel lain, abaikan aja alias jangan diapa-apain :D

Selanjutnya instalasi regulator fullwave, misal regulator Tiger, sama seperti modip-modip fullwave lainnya … atau bisa lanjut ke artikel “Fullwaving: Instalasi Regulator Honda Tiger

Selamat berjuang :D

Foto hak milik gajah_gendut @ kaskus.us

Fullwaving Yamaha Scorpio

Modifikasi kelistrikan fullwave Yamaha Scorpio musti bongkar stator :) karena salah satu ujung kawat kumparan tertanam ke bodi/massa/ground.

Ujung kawat kumparan terhubung dengan ground

Karena syarat fullwave adalah “nggak boleh ada bagian kumparan yang tersentuh dengan ground“, maka ujung kawat tersebut harus dicabut dari solderan … dipotong juga nggak apa :D

Selanjutnya ujung kawat tadi disambungkan ke kabel tambahan … atau bisa pakai kabel/jalur spul lampu (kabel warna kuning pada stator) karena jalur ini nggak dipakai lagi nantinya.

Ujung kawat kumparan disambung kabel tambahan

Nah, kabel tambahan ini nantinya sebagai jalur pengisian (charging) seperti kabel putih pada stator.

Prinsip modifikasi halfwave ke fullwave

Jangan lupa sambungan tadi dilapis/ditutup dengan heat-shrink tube (selang bakar) supaya nggak tersentuh kemana-mana …

Sambungan diisolasi dengan selang bakar

Nantinya kabel kuning dari arah kabel bodi, yang menuju stator, dicabut dari soket dan diisolasi … ini supaya arus AC dari stator nggak nyampur dengan arus DC dari aki (karena suplai lampu nantinya diambil dari aki).

Kalo udah kelar, tinggal rakit lagi stator ke tempatnya semula. Nantinya ada 2 jalur dari stator sebagai input pengisian (charging) lansung menuju regulator, yaitu kabel putih dan kabel tambahan tadi.

Langkah selanjutnya, instalasi regulator fullwave … lebih lengkapnya bisa dilihat di sini.

Wasalam ;)

Pics are courtesy of Wirajaya@kaskus.us

Fullwaving Kawasaki Ninja 150R

Ini diagram pengisian (charging) & pengapian (ignition) standar pada Ninja 150R …

Sama seperti lainnya, modifikasi “fullwave” Ninja 150R harus meng-unground-kan kawat spul yang nyantol ke rangka/bodi/massa. Pada diagram di atas saya tandai sebagai “grounded spul” yang nyantol di bodi spul pengapian.

Setelah dilepas, selanjutnya tinggal disambungkan dengan kabel tambahan untuk dijadikan jalur pengisian (sama seperti kabel PINK) langsung menuju kiprok/regulator fullwave.

Jalur spul lampu juga harus dilepas dari soket dan nggak boleh terhubung dengan jalur lampu di kabel bodi. Karena rencananya lampu bakal ngambil suplai dari aki, jadi listrik DC (dari aki) nggak boleh “nyampur” dengan listrik AC (dari spul) supaya spul nggak hancur terbakar :D

Kalo bagian alternator sudah kelar dimodifikasi, tinggal instalasi regulator/kiprok fullwave dan sedikit modifikasi jalur-jalur kabel. Instalasi & modifikasi jalur kabel bisa ikuti skema di bawah ini:


Selesai ;)

Fullwaving Yamaha Bebek & Skutik

Modifikasi fullwave pada motor Yamaha bebek & skutik macam Jupiter MX/Z, Vega ZR, Mio, Xeon, Nouvo lebih gampang dibanding motor laen, karena ground spul-nya nggak tertanam pada stator … jadi nggak musti bongkar generator/alternator motor :D

Caranya? Lihat diagram di bawah:

Perhatikan tanda X merah pada gambar, artinya “disconnect” atau dicabut/dilepas

Sebelum bongkar-bongkar, cabut fuse aki atau kabel terminal aki untuk mencegah konslet apabila jalur suplai listrik menyentuh ground secara nggak sengaja.

Lepaskan soket spul … pada soket yang menuju spul, cabut jalur kabel kuning dan hitam. Kabel kuning diisolasi (ini nggak dipakai) dan kabel hitam disambungkan ke kabel tambahan — panjang kabel secukupnya, kira-kira bisa menjangkau posisi regulator. Kalo sudah, pasang kembali soket spulnya. Jadi di soket ini cuma kabel putih yang terhubung ke kabel bodi.

Lanjut … Ganti regulator/kiprok bawaan motor dengan regulator fullwave milik Honda Tiger — bisa jg regulator fullwave lainnya. Perhatikan, ada 5-kaki di regulator Tiger … 1-2-3 di atas dan 4-5 di bawah.

Cabut kabel merah dari soket kiprok lama dan pasangkan ke regulator Tiger #1.

Cabut kabel hitam dari soket kiprok lama dan pasangkan ke regulator Tiger #3.

Cabut kabel putih dari soket kiprok lama dan pasangkan ke regulator Tiger #4.

Sedangkan kabel tambahan yang terhubung ke kabel hitam spul langsung dipasangkan ke regulator Tiger #5.

Masih ada satu kabel lagi di soket kiprok lama, yaitu kabel kuning. Cabut kabel ini, gabungkan dengan kabel cokelat dan pasangkan ke regulator Tiger #2. Kabel cokelat merupakan jalur “+” dari kunci kontak.

Masih kurang jelas??? Baca lagi skema di atas!!! :D