RSD (Relay Switching Delay)

Relay Switching Delay (RSD) — bukan istilah standar dunia elektronika … ini cuma istilah karangan saya aja … hihihi

RSD, sirkuit berbasis “monostable” IC Timer 555, berfungsi untuk mengendalikan RELAY di mana kontak C (Common) berpindah dari posisi NC (Normally Close) ke NO (Normally Open) dalam durasi sekian detik.

Skemanya seperti ini:

relay switching delay with 555 monostable

Durasi switching RELAY bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan dengan kombinasi nilai kapasitor C1 dan resistor R1.

Contoh cara kerja sirkuit RSD:

 

Contoh manfaat sirkuit RSD — sebagai autoswitching dual klakson πŸ˜€

dobel-klakson-dengan-rsdDi contoh skema di atas, sirkuit RSD dipakai sebagai “auto-switching dual klakson” … di mana saat tombol klakson dipencet dalam durasi yang singkat (tidak melampaui durasi RSD), maka klakson standar (kiri) doang yang berbunyi. Tapi jika tombol klakson dipencet terus-menerus hingga melewati durasi RSD, maka klakson keong (kanan) lah yang berbunyi setelah klakson standar.

Bikin Sendiri Angle Eye Mini 8-LED

Sekarang ini Angle Eye (AE) LED udah banyak tersedia di pasaran dalam berbagai ukuran dan tipe LED … itu sekarang πŸ˜€
Tapi waktu awal saya bikin (sekitar 20 Agustus 2010 lalu), belum ada yang semini ini πŸ˜€

Modalnya sedikit … cuma butuh:

  1. 8 butir LED tipe tabung
  2. 1 butir resistor
  3. sekeping PCB polos
  4. Kabel secukupnya

Di artikel ini saya menggunakan LED putih tipe “straw-hat” atau tabung pendek. Straw-hat punya intensitas cahaya lebih terang dan wide-angle beam lebih lebar dibanding LED tabung biasa. LED ini punya spek “voltage-forward” (Vf) = 3.2VDC dan “Current-forward” (If) = 20mA … FYI πŸ˜€

Lanjut …

Print dan sablon layout sirkuit ini ke PCB … Triknya bisa dibaca di sini πŸ™‚

Layout PCB AE mini 8-LED

Layout PCB AE mini 8-LED

Potong dan rapikan PCB hasil cetakan sesuai sisi terluar jalur sirkuit … kurang lebih hasilnya adalah lingkaran dengan diameter 28mm …

PCB AE mini 8-LED

PCB AE mini 8-LED

Sisi bawah PCB adalah sisi yang ada lapisan tembaganya … sedangkan baliknya adalah sisi atas.
Lapisi sisi atas dengan stiker krom …
Pasang dan solder 8 butir LED di titik-titik tengah … pastikan semua searah, mana anoda (+) dan mana katoda (-) LED.

Skema AE mini 8-LED

Skema AE mini 8-LED

Kalo sudah selesai, kira-kira tampangnya bakal seperti ini …

AE Mini 8-LED

AE Mini 8-LED

Sekarang pasang dan solder kabelnya … satu tuk jalur positif (anoda) dan satu tuk jalur ground (katoda) LED. Sesuaikan panjang kabel!

Untuk kabel jalur positif, potong dan sambung dengan sebutir resistor di antaranya … ikuti seperti skema di atas!
Nilai resistor yang digunakan adalah 120 ohm / 1 watt untuk sekeping AE mini (asumsi suplai voltase maksimum 15V DC). Di sini saya memakai resistor 82 ohm karena suplai voltase yang saya pakai bakal diregulasi oleh IC LM7812 πŸ˜€

Resistor AE mini 8-LED

Resistor AE mini 8-LED

Jika sudah selesai, AE mini siap dipasang πŸ˜€
Contohnya seperti ini:

Review AE mini 8-LED

Review AE mini 8-LED

Di sini saya pasang AE mini di posisi lampu sein … fungsinya, sebagai DRL (daytime running LED) atau juga sebagai lampu senja πŸ˜€
Dan ini penampakkannya saat dinyalakan …

Contoh pemasangan AE mini 8-LED

Contoh pemasangan AE mini 8-LED

Contoh pemasangan AE mini 8-LED

Contoh pemasangan AE mini 8-LED

Contoh pemasangan AE mini 8-LED

Contoh pemasangan AE mini 8-LED

Homemade: Cable-Set / Controller HID Lamp

Kabel set + kontroler untuk headlamp HID Bi-xenon pun bisa kamu bikin sendiri. Rada hemat dan customable …

General Bi-xenon HID Projector Controller

Ini skema kabel set universal & simpel. Universal, artinya bisa diaplikasikan di berbagai tipe.
Boleh ditambah kapasitor 1000~3300 uF / 16VDC antara kaki relay #85 dan #86 tuk efek “turned off delay” πŸ˜€

G2~G3 Bi-xenon HID Projector Controller

Ini skema kabel set projector G2 dan G3 …

Ctt:
Skematik ini berlaku juga untuk semua HID/Projector yang sistem kerja solenoid atau koil Hi/Lo-nya bersifat “reverse polarity” (kutub positif & negatifnya saling berkebalikan antara posisi Lo dengan posisi Hi).
Perhatikan posisi terminal/kaki relay 8-pin (DPDT) yang kamu gunakan … mana C (common), mana NC (normally-closed), dan mana NO (normally-opened).

BumbleBEAT – Indiglow “look like” Panel

Iseng-iseng … mumpung ada sisa LED nganggur πŸ˜€

Bikin Sein Hazard :)

Gimana memanfaatkan sein sebagai hazard, seperti pada mobil?

Yang blom tau, hazardΒ adalah tanda bahaya/darurat, kalo di kendaraan bermotor, umumnya roda empat, tanda hazard berupa keempat sein menyala berbarengan.

Cara Pertama

Simpel & vulgar πŸ˜€
Kebanyakan user rela memodifikasi fungsi sein ke hazard dengan men”jumper” kedua jalur sein kiri & kanan. Tentu aja fungsi sein nggak ada lagi, karena meski saklar sein di-klik ke kanan/kiri, tetap keempat lampu sein nyala berbarengan. Dulunya saya pakai trik ini πŸ˜€ Kendalanya, cukup repot kalo mau berbelok arah karena pengendara lain nggak tau ke mana kita mau berbelok. Dan tentu cara ini menyalahi peraturan lalin. Jadi, lupakan! πŸ˜€

Cara Kedua

Masih tergolong simpel …
Mirip seperti cara pertama tapi kali ini menggunakan saklar tambahan yang dikhusus tuk menyalakan hazard. Saklar yang digunakan bertipe DPST (dual-pole single-throw) … saklar ini punya 4 terminal.

Sein+Hazard sederhana

Dengan cara di atas, fungsi sein masih bisa digunakan. Kendalanya, kalo hazard sedang aktif, fungsi sein nggak bisa digunakan. Jadi kalo mau berbelok arah, hazard harus dimatikan dahulu (dengan meng-klik sakelar hazard), kemudian klik sakelar sein untuk menyalakan sein … persis kayak di mobil … Kadang ribet juga kalo lupa πŸ˜€

Cara Ketiga

Dengan menggunakan modul (rangkaian elektronik) khusus untuk mengendalikan fungsi sein dan hazard. Modalnya nggak banyak … cuma perlu:

2 buah relay DPDT (Dual-Pole Dual-Throw) 8-kaki …
Catatan: Perhatikan spek relay! Sesuaikan spek relay sesuai kebutuhan … terutama voltase & amperenya. Misalkan untuk sein standar dengan bohlam 10W (karena 4 butir, total 40W), paling nggak butuh arus 3.3A tuk menyalakan hazard (4 bohlam sein menyala bersamaan), belum termasuk bohlam indikator sein di speedometer. Jadi paling nggak perlu relay dengan spek 4A atau lebih. Contoh relay di bawah bertuliskan “1A/24VDC” menunjukkan kontak relay mampu menghandle arus 1A dengan voltase maksimum 24V DC.

Relay DPDT 8-pin

Pinout & skematik relay DPDT

… 2 butir resistor 82~100 ohm 1/4 watt …

Resistor 82 ohm

… 2 butir diode rectifier 1A …

Diode rectifier 1A

… 1 buah saklar SPST (single-pole single-throw) …

Sakelar SPST (OFF-ON)

… plus beberapa potong kabel (kalo bisa warnanya sama seperti warna kabel-kabel di motor).

Modul Sein+Hazrd ala Novaera

Modul Sein+Hazrd ala Novaera

Nah, dengan modul ini, ketika hazard sedang menyala, trus saklar sein dinyalakan, hazard akan OFF sementara, dan kemudian otomatis menyala kembali ketika sein dimatikan. Jadi nggak harus mematikan hazard terlebih dahulu untuk menyalakan sein πŸ˜€