Fullwaving: Honda Beat FI
Thursday, 24 January 2013 83 Comments
Berhubung kamera saku saya jebol, jadi nggak banyak yang bisa didokumentasikan
Honda Beat FI atau Beat Injeksi, nyatanya blom menganut kelistrikan fullwave … nggak kayak kakaknya, Vario 125 FI yang udah fullwave 3-phase
Cuma bongkar-bongkarnya aja yang mirip … ribet!
Setelah terawang seluruh bodi Beat FI dari segala penjuru, akhirnya cover bodi pun bisa dibuka … hingga stator dicabut dari rumahnya
Sama seperti Beat terdahulu, salah satu ujung kawat spul pun tertanam di ground/bodi spul. Bedanya dengan Beat lawas, Beat FI cuma punya 2 tab: tab pengisian & tab ground.
Tab pengisian bisa diketahui dengan terpasangnya kabel putih pada tab tersebut. Sedangkan tab satu lagi, cuma kawat doang. Inilah tab ground. Dan kawat yang tercantol di situ musti diangkat/dicopot dari tab ground dan kemudian disambung dengan kabel tambahan sebagai jalur pengisian seperti halnya kabel putih spul …
Setelah ujung kawat yang dicopot tadi tersambung dengan kabel tambahan, cek dulu, apakah ada bagian kawat spul yang masih terhubung dengan ground/bodi spul. Gunakan multimeter! Set range multimeter ke mode “continuity” (multimeter digital), colok salah satu probe (tester) ke ujung kabel putih (pada soket spul) dan probe lainnya ke bodi spul. Jika multimeter nggak bunyi, artinya kawat spul sudah dalam kondisi “floating” alias nggak nyentuh ground sama sekali. Syarat mutlak fullwave
Sekarang ke posisi kiprok/regulator …
Regulator Beat FI menggunakan soket yang sama seperti regulator milik Honda Tiger. Jadi nggak perlu lagi nyiapin soket tambahan
Copot regulator original Beat FI dan copot semua terminal kabel yang nancep di soket tersebut … Di soket tersebut ada 5 kabel:
- Merah/Putih: jalur +12VDC, terhubung ke +aki
- Merah/Hitam: secara kode warna kabel, ini jalur kontak (sebelum fuse 10A), terhubung ke relay SPST
- Putih: jalur listrik AC dari stator
- Hijau/Putih: jalur ground (massa), terhubung ke -aki dan rangka/chasis
- Kuning: jalur lampu utama (headlamp)
Kemudian pasang kembali terminal kabel-kabel tersebut sesuai posisi kaki-kaki regulator Honda Tiger …
Kabel PUTIH dari soket menuju ke salah satu kaki “alternator” pada regulator Tiger. Sementara kabel tambahan (dari spul) ke kaki “alternator” yang satu lagi. Terbolak-balik posisinya nggak masalah.
Kabel MERAH/PUTIH dari soket menuju kaki “+aki” pada regulator Tiger. Sedangkan kabel HIJAU/PUTIH dari soket menuju kaki “ground” regulator Tiger.
Kabel MERAH/HITAM dari soket menuju ke “+aki”. Kalo saya lebih memilih memotong kedua terminal kabel MERAH/PUTIH dan MERAH/HITAM dan kemudian menggabungkan kedua kabel tersebut dalam satu terminal untuk dicolok ke kaki “+aki” pada regulator Tiger
Kabel KUNING dari soket, menuju ke output kontak (cari aja kabel HITAM). Sedangkan kaki “volt monitor” pada regulator Tiger pun harus terhubung ke jalur output kontak.
Oia, karena sistem headlamp-nya AHO (Automatically Headlamp ON), maka headlamp akan menyala ketika kunci kontak diputar ke posisi ON. Kalo mau nambah saklar ON/OFF untuk headlamp, silakan
————
Ada kritikan dari sesepuh BeaMOUS (Beat Matic on Kaskus) … “Bahasnya regulator Tiger tapi di foto terpampang RCP”
Yap!
Kebetulan saat itu saya lagi ngantongi RCP (Regulator Cheetah Power), dan kebetulan soket RCP tersebut udah saya ganti dengan soket 5-kaki seperti Tiger punya. Dan kebetulan soket regulator Beat FI juga 5-kaki
Di RCP, ada 4 kabel:
- Merah = jalur +12VDC menuju ke +AKI
- Hitam = jalur ground
- Kuning = jalur listrik AC (menuju spul)
- Orange = jalur listrik AC (menuju spul) juga
Kalo mau kimpoi jalur soket regulator Beat FI dengan RCP:
- Kabel Merah RCP terhubung ke kabel Merah/Putih & Merah/Hitam di soket regulator Beat FI.
- Kabel Hitam RCP terhubung ke kabel Hijau/Putih di soket regulator Beat FI.
- Kabel Kuning RCP terhubung ke kabel putih di soket regulator Beat FI.
- Kabel Orange RCP terhubung ke kabel tambahan di spul Beat FI.
- Kabel kuning di soket regulator Beat FI terhubung ke jalur kabel Hitam (cari aja kabel warna hitam di seputaran kabel bodi Beat FI, itu pasti jalur output kontak)



nice info gan. ditunggu untuk mio j nya ya
thanks a lot atas pencantuman nama ane di yellow page gan. efektif juga untuk promo. banyak brothers seputaran bengkulu yg datang n sukses up grade full wave di tempat ane sbg syarat untuk aplikasi lampu hid. sebagian jg retrofit proji utk avanza, ertiga n jazz sayangnya ane hy bs paruh waktu krn pagi hari di RSUD. M. Yunus bengkulu. untuk full wave pd dasarnya smua mtr sama tp utk pulsar (kec. bajaj 135) ninja 2 tak n mtr2 injeksi perlu pengetahuan lebih tp smua sdh tuntas gamblang dijelaskan di blog agan kec. mio j n new v ixion. ane banyak menimba ilmu dr agan novaera n agan sigit gajah gendut. tata bahasanya lugas n jelas. kadang ane dobel spul satu kern n dobel RR fullwave. spul ori di fullwave khusus utk hid on.Diatas spul ori ditumpuk spul baru kawat o,4mm jg dgn RR FW. output spul total 4 kabel. spul tambahan hy utk charging aki, cdi, sein spt biasa.spul tambahan/kecil slalu on. spul asli/besar hy on saat hid nyala didriver dgn relay yg dikonek saklar lampu. memang boros biaya tp ada save energi saat hid off. putaran mesin jd enteng manakala tdk ada induktansi magnet thd spul. tampak saat mesin hidup hy dgn aki. Pada saat siklus tertutup entah dgn nyala hid ataupun shunting RR ke ground langsam terasa berat dibanding siklus terbuka dgn memutus salah satu output spul. penghematan yg didapat RR tdk panas krn krj shunting n putaran mesin ringan saat hid off. biasanya kern/angker dgn spul ori masih bs ditumpuk spul baru dg diameter 0,4 dg 50 lilitan tiap pole-nya. dgn fullwave sdh cukup utk njalankan mtr spt biasa tanpa lampu hid on. mohon koreksi kalau ada yg salah. hy skdar sharing pngalaman pribadi thd HSX 125 lama n kharisma. maklum gan back ground ane SKM tp fungsional di fisioterapi. oprek2 mtr n retrofit bagian hoby yg menyenangkan.
hehe..
senang rasanya artikel2 di blog bisa dimanfaatin secara positif
untuk kebanyakan motor injeksi, sebenarnya hampir gak ada korelasinya (eh, apa artinya itu ya?) secara langsung, antara modip kelistrikan fullwave dgn sistem injeksinya …
hanya saja biasanya terminal di soket kiprok lebih banyak dari motor2 non-injeksi, ketambahan 1-2 jalur kabel
biasanya 1-2 jalur tambahan tsb berfungsi sebagai “saklar” … ntah saklar AHO (automatic headlamp on), ntah saklar CDI & sistem injeksi, dkk …
contoh aja di Beat FI, selain jalur yg umum (+aki, ground, spul charging, dan lampu), ada tambahan 1 jalur lagi yg fungsinya sebagai saklar, di mana kalo jalur ini gak terkoneksi kemana-mana, motor gak bisa nyala
begitu jg di Supra Injeksi (6-kaki kiproknya kalo gak salah). tinggal diterawang aja … liat warna kabelnya, telusuri kemana larinya … biasanya bakal ketauan apa fungsi jalur tersebut
permisi gan, pada honda supra jika di rubah ke sistem fullwave, ground pada CDI diambilkan ground dari mana gan?
modip kelistrikan fullwave gak utak-atik ampe ke jalur CDI gan
dr pemaparan agan diatas beat injek mirip mio j. “ujug” ada kabel kuning dr RR sbg input lampu utama. bedanya mio j soket RR persis spt soket2 RR halfwave 4 pin. mio j n beat karbu dgn hid 35wat balast efisien n ganti stop lamp dgn led sebenarnya tdk tekor tp pas2an aja. tp memang dgn fullwave performa lebih memuaskan. pertanyaanya ; mungkinkah salah satu output spul dicabangduakan saat masih mentah/AC di dlm RR sebagai input lampu utama? .dan setelah percabangan tsb diberikan werstand/resistor sbg pembatas V max?
hmm …. ntar deh, kalo ada korban mio j
tuk apa spul displit 2?
karena emang begitulah desain spul 1/2 phase … sebagian kern tuk pengisian, dan sebagian lagi tuk lampu …
lebih baik diporsir aja seluruhnya tuk dikonversi ke DC … toh inti modip fullwave adalah tuk mendapat suplai listrik DC yg lebih optimal secara efisien …
kalo ujung2nya pengen membagi 2 porsi spul, ya gak usah dimodip
filosofinya gini gan, efisiensi n efektifitas beban kerja induktansi magnet thd spoel. Dng spul tunggal otomatis induktansi magnet selalu maximal baik beban ringan maupun full load. Saat hy utk cdi saja (biasanya 1A ) maka arus yg tdk terpakai akan dikonversi ke kalor oleh shunting RR. fisik RR jd panas. Observasi ane pada motor saat langsam tdk terjadi perubahan RPM dgn perubahan max n min beban kelistrikan yg mendadak. dengan atau tanpa beban, kerja induktansi magnet slalu konstan maximal. Tapi saat outpul spul diputus salah satunya RPM meningkat cukup signifikan. kerja magnet menginduksi spul jd nol. (cdi ditopang aki). kerja mesin jd enteng. Dengan dobel spul dobel RR ada 2 variabel beban ringan n beban berat kerja magnet. Tentunya dengan putaran lebih enteng BBM jd hemat n harapan umur pakai RR lebih panjang. so produksi efek panas dr beroperasinya motor hy dr gesekan mekanik piston silinder produk panas dr kiprok bs diminimalkan. tranformasi dr energi kimia/BBM ke energi kinetik, listrik, cahaya, suara n kalor. kalor n suara (kecuali klakson) tdk dibutuhkan dlm kendaraan2 di iklim tropis. klo di kutub utara mngkin butuh kalor jg he hehe . dlm lomba adu irit selain joki piawai memanfaatkan hukum kelembaman / newton 1 mungkin cara ini (meminimalkan beban induktansi magnet) bs mjd salah satu faktor teknis pendukung. asumsi sy (krn blum nyoba/tes) fenomena ini jg akan terjadi pd generator pembangkit listrik 3 phase or 6 phase jg.
gan ane tadi buka alternator honda supra thn 2000, dan pictnya seperti ini
itu groundnya kog ada 2 ya? ground yg harus dicopot yang mana?
pictnya gan ketinggalan http://imageshack.us/scaled/landing/195/alternatorsupra2000.jpg
yg dilingkar biru gan
) ada 2 kawat disolder jd satu yak? itu tap spul lampu
yg lingkar merah itu kalo gak salah (burem fotonya
iya gan, ane amati ada 2 kawat yg tersolder ke body, ook jadi yg di lingkaran biru gan ya?
btw thanks gan
pagi gan, dari pengamatan diagram http://kotsk.files.wordpress.com/2011/05/instalasi_regulator_fw_tiger.jpg?w=630&h=554
apakah saat kontak dalam posisi off jika saklar headlamp dalam posisi on headlamp tetep bisa nyala?
Gak, kecuali kontak di posisi ON
baru aja beberapa detik yg lalu ane coba di supra 2000 bokap ane gan,
http://sphotos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/819397_10200580291936705_1751344041_o.jpg
ane bingung cz jika berpedoman pada diagram http://kotsk.files.wordpress.com/2011/05/instalasi_regulator_fw_tiger.jpg?w=630&h=554
out kiprox no 2 dan 3 ane cek pake avo gk kluar strumnya, lalu ane coba yg no 2 ane tancapkan ke + aki dan no 1 ane sambungkan ke lampu hasilnya nyala meski kontak posisi off, lalu ane hidupkan mesin hasilnya lampu depan n belakang putus bareng
btw what wrong gan?
ya kalo dibolak balik begitu urutannya jgn heran bohlam putus
pin#1 kan output kiprok (regulated DC), larinya ke +aki
pin#2 itu jalur monitorin … dia input, bukan output, karena dia musti “baca” voltase jalur kontak.
pin#3 itu jalur ke ground …
berati yg pin#2 itu gan yg ane masih belum paham, kalo di test pake avo kog gak ada strumnya ya?
simpelnya untuk supra thn 2000 pin#2 itu dihubungkan ke apa gan? cari output kontak gak ketemu2
Output kontak itu byk … Bisa ambil dari switch rem blkg, bs ambil dari input flasher sein …
¥ùdi¥án “Novaera” @ mobifone
disini switch rem blkang warnanya hitam n hijau/kuning gan, bisa dihubungkan ke situ kah?
ane tadi mau coba itu takutnya yg hitam tu jalur ground
hitam …
ground honda ===> hijau
ow gitu ya gan, btw apabila tanpa melepas ground spul n tanpa ganti kiprok lalu kabel lampu depan langsung dihubungkan output kontak apa gak bisa gan?
bisa saja, kalo niatnya cuma mau mencari suplai DC …
resiko panas & terbakar jalur kontaknya
tp konsekuensinya, jalur kontak bakal ketambahan beban lampu utama … 35W, hampir 3 ampere
pak kalo vario 125 fi dah full dc belum yah? kalo belum ditunggu ulasan dr suhu novaera. thx
vario 125 fi udah fullwave / full dc
berarti kalo mau pasang hid projie tinggal pasang saklar on off aja ya pak?
betul skali
tp kalo pgn nyala terus, gak pasang saklar jg gpp .. hehehe
Waduh sayang banget kalo pake projie gak pake saklar hehehe.
yap … memang rada repot tuk motor2 AHO (automatic headlamp on) … musti nambah saklar on/off
sy prnah tanya ke mekanik ahass kalo di kasih saklar on off nanti terbakar sepulnya kata dia, apa benar??? btw tenkyu banget dah kasih info, infonya berguna banget buat sy. tenkyu tenkyu
ya enggak lah om
gak teruji secara klinis ucapan mekaniknya
lapor gan, supri ane berhasil ubah fullwave, tapi kenspa ya pas lampu sein nyala/pas nge rem lampu utama ikut sedikit berkedip? :bingung
ya pasti lah om
apalagi kalo posisi langsam …
kalo gak mau ngedip ganti sein & rem dgn lampu LED
ow gitu ya gan, btw pada si tiger apa jg gitu ya gan?
spul tiger rada powerful om, jd gak begitu kentara …
kalo seumpama spul tiger dipasang ke supri bisa gak gan?
cobain aja
om,,klo beat fi mau pke hid sklar bsa d ambil dri kbel out dr kontak g??klo rangkaian hid-nya tnggal psang aj kan,,tnggal nyolokin (+) & (-) ke aki trus hi beam dan low beam ke sklar..??
Cut kabel yg menuju saklar hi/lo .. trus sambung lg dgn saklar on/off …
spul tiger dipasang ke supri bisa gak gan?
lapor gan, dobel spul single RR, kini ane beri opsi customer utk FW beban besar (hid >55w) tp jarang digunakan pd siang hr menambah spul baru diameter 0,45/ 0,5mm dgn pola gulungan berimpit n searah gulungan ori-nya. salah satu ujung spul dijumper sedang ujung yg lain independen. ujung yg dijumper slalu konek dgn input RR FW. ujung yg lain dr spul tambahan jg slalu konek input RR FW sementara ujung lain spul ori hy terkonek saat beban besar on didriver relay dr saklar beban besar/lampu utama. jd total kabel output stator hy 3, sebelumnya 4 kabel. keuntunganya aman utk ngebut tanpa nyalakan beban besar. krj RR lebih ringan (shunting ground minimal) saat beban bsr off, diharapkan umur RR more long. Induktansi magnet thd spul ibarat gaya gesek yg mengurangi kelancaran gerak. saat mesin hidup hy dr aki, magnet berfungsi sbg roda gila yg menjaga momentum gerak, tp saat magnet menginduksi spul magnet bersifat “R” thd krj kinetik mesin. Smua pengetahuan ane soal fullwave berasal n bersumber dr agan n diperdalam wawasanya dr “celotehan bermutu” sigit gajah gendut/ mbokne gajah. bermodal dr ilmu itu timbul ide neko2 ane. menurut pendapat suhu bagaimana?
ane analogkan magnet= tuk/mata air. spul= diameter sumur, kabel= pipa pralon/PVC, KIPROK= jetpump/ pompa air, aki= bak tandon penampungan, beban2= kran air. makin besar kran makin cepet drop isi bak. menurut suhu bgmn perumpamaan tsb?
Kiprok ibarat kran air. Yg jd beban adalah siapa yg pake air itu sendiri
gan.. kabel tambahan dari kawat spul yg di lepas tdi, nanti masuk kemana??
maksud nya jika kawat yg di tambahin kabel ntar kabel nya nyambung kemana?? ane masih bingung.. mohon petunjuk..!!!
Semua keluaran spul langsung menuju kiprok gan
terus kiprk nya di ganti punya mega pro bisa gak kira kira???
new megapro, bisa ….
wew
Maap om, berarti disini regulatornya mesti ganti punya tiger yah? ato tetep pake punya Beat yg dirubah konfigurasi soketnya aja? Mohon pencerahan… tertarik banget dengan artikel ini…
tidak bisa pake kiprok bawaan beat karena kiprok bawaan beat cuma 1 input AC …
paling gak butuh kiprok yg punya 2 input AC (fullwave 1P, 3P) … kyk punya tiger, vixion, byson, thunder, cbr, rcp, dkk …
di artikel saya tulis “kiprok tiger” cuma sbg referensi karena kiprok ini paling mudah didpt
contoh di atas saya pake rcp (regulator cheetah power) …
gan kalo pin soket nomer 2 itu kan volt monitor..kalo ga di pasang ada akibatnya ga? seperti overcharging gitu?
yup
sebaiknya di tempelkan kemana kabel dari pin NO.2..ke kontak + atau – om?
gan yg di gambar honda beat fi yg ente share itu yg warna hijau berbentuk kotak n hidup lampu merah tuh ap ya?
Kiprok gan …. Cheetah Power (RCP = Regulator Cheetah Power, 1-phase)
wahh.
kiprok kok sgede itu.?
fungsinya ap?
hehe …
fungsinya sama kayak kiprok2 lain …
bedanya, RCP bisa setel limit voltase output, lebih efisien (vdrop rendah dibanding kiprok tiger), dan yg penting “garansi service” … kalo ada kerusakan kiprok, RCP bisa dikirim ke tim CP tuk repair … ini yg gk kita dpt di kiprok tiger ^_^
ohh.
ap bsa di samain sama stabilizer volt?
ya aku baca2 di artikel2 lain ktanya pake stabilizer volt bsa membuat tegangan jd tetap di 12,4 volt?
ap bner.?
trus ktanya kalo tegangan melewat 13++ volt di simpan kedalam stabilizer tersebut.
trus kalo kiproknya drop stabilizer itu la yg mengisi.
makanya di blg bsa membuat tegangan tetap pada 12,4 volt.
merek2nya ad yg xcs trus pnya tdr pun ad.
cuma mahal2 gan.
ane takut kalo uda beli malah gk ad efek tuh.
http://www.tdr-racing.com/2012/?p=425
kalo itu sama aja dgn kapasitor bank om
apa yg tersimpan di stabilizer/kapasitor bank tergantung gmn input yg masuk ke sono … kalo listrik yg masuk cuma 11.2V misalkan, ya yg tersimpan cuma 11.2V jg …
Kalo listrik yg masuk 14V misalkan, dia bakal nyimpen 14V tsb, hingga inputnya <14V barulah isi si stab/kapbank keluar … dan ini pun sangat cepat, gk ampe semenit jg udah abis kalo beban yg ditanggungnya gede.
brarti gk ad guna ya pasang2 yg kek gtu??
tergantung …
paling pas saat lampu startup aja dia membantu …
tuk beban gede yg kontinyu, seperti lampu HID, gak begitu ngaruh pake2 begituan … blom sempat ngisi udah disedot duluan ama lampunya
tp kalo tuk beban yg sifatnya dadakan, seperti klakson … kan gak bunyi terus2an … dia sempat ngisi saat klakson gak dibunyiin … begitu klakson dipencet, dia suplai kekurangan listriknya …
logikanya mirip kayak tandon air lah …
kalo airnya dialiri terus / dipake kontinyu, tandon gak bakal sempat terisi penuh … kecuali, kalo suplai airnya melimpah dan pemakaiannya minim, iya, tandon sempat ngisi penuh …
mw nanya ne gan, ada tutor buat vario techno(2010) gak??
rencana ane mw FW sndri, material yg harus disiapin apa aja ya??
mksh sebelumnya,,
http://kotsk.wordpress.com/2011/05/08/fullwaving-honda-vario/
kebetulan itu spulnya vartech om ^_^
materialnya standar:
kiprok fullwave + soket & skun/spatu kabelnya
fuse 15A/20A & relay+soket+spatu kabelnya tuk lampu/headlamp (cari artikel ttg relay headlamp di blog ini)
kabel secukupnya
selang bakar (heatshrink tube)
solder + timah
cairan radiator (kalo mau refill karena musti buka radiator)
magnet puller (buat buka magnet spul)
kunci2 + tang potong kabel
hmmm …. apa lagi ya?
thx gan infonya, motor ane dah pingsan 2 hari,
kalo ada apa2 nanti ane lgsg lapor,,
waduh?
gan,, arus dikontak kok negatif, bukan positif.
Si vario msh pingsan ne. Modif spul dah yakin bener, tp yg ke kiprok msh belum, soalnya kabel merah malah negatif.
Minta alamat emailnya, kalo berkenan nomer hape juga gpp.
kalo kabel merah terdeksi “negatif”, berarti ada yg terbalik dong
ane kan dah pasang HID(satu ekor) gan, apa perlu pake relay,,??
fusenya ditaroh kemana ya?
terus terang ane bingung level 10,
pasti entar juga bingung pasang kabel dari kiprok,
ne ane masih lembur baca artikel2 agan, sampe komen2nya rela ane baca,,
Kalo beli HID fullset, biasanya udah dpt kabel set … di kabel set udah include relay + fuse …
Instalasi HID bisa baca di artikel lain:
http://kotsk.wordpress.com/2012/01/30/instalasi-hid-projector/
modif spul dah oke, trs kiprok jg dah oke. Tapi kenapa kontak on lampu gk mw nyala ya?
Mesin hidup mw nyala, tp kok nyalanya redup kaya ikut putaran mesin,, gmn ne gan??
kabel lampunya masih ikut spul … mustinya dipindah ke jalur kontak
Kalo untuk Xeon 125 RC gimana cara bikin Full DC? katanya Xeon menganut AC/DC, mohon pencerahan nya, tks sebelum nya
semua motor sebenarnya AC & DC …
semua keluaran spul pasti AC dan setelah melewati kiprok jd DC
xeon bisa ikuti tutorial fullwave jupi/mio di halaman sebelah …
Ooo, sama ya utk cara ubah nya, Terima kasih banyak Infonya
Om kalo buat scoopy fi sma ga om?
kurang lebih sama om …
Pusing gan
Pusing gan,,pengapian dari spul nggak beres,udah dipasang nyala mati lagi,waduh2 pusing tenan…kabel dari sepul 4buah kok yg keluar strom e 3buah ya,moho penjelasan gan.
saya jg pusing … itu motor apa? spul apa? trus, knp ampe ke pengapian segala?
Kalo bisa minta contack person gan/Alamat facebook
http://www.facebook.com/coretannovaera
gan ane pake motor gl max neotech, klo mau dipake full wave kudu diapain, udah belanja kiprok tiger
http://kotsk.wordpress.com/2011/10/17/fw-supra-100/